Deni Tri Prasetyo on Facebook
-->

Jumat, 27 Agustus 2010

Sejarah Kota Mekah




Kota Mekah terletak dibagian Barat Kerajaan Saudi Arabia di yanah Hijaz, yang dikelilingi oleh gunung-gunung terutama disekitar Ka’bah. Dataran rendah disekitar Mekah ialah : Batha’: sebelah timur Masjidil Haram disebut perkampungan Ma’la, sedangkan Barat Daya Masjid ialah Misfalah. Rasulullah Saw adalah warga Ma’la, karena beliau lahir dan menetap di sana sampai tiba saatnya Hijrah ke Madinah. Bahkan ketika Fath Makkah ( Pembebasan Kota Mekah ) , Nabi Saw dan para pengikutnya masuk ke Mekah dari arah Ma’la.

Terdapat pintu masuk utama ke kota Mekah, yaitu : Ma’la ( disebut juga Hujun, yaitu bukit dimana terdapat kuburan para sahabat dan syuhada), Misfalah, dan Syubaikah. Kota Mekah berada dalam ketinggian kurang lebih 300 m dari permukaan laut.

Keutamaan-keutamaan Mekah.

Diantara keutamaan-keutamaan Mekah ialah karena Allah Subhanahuwataala telah memilihnya sebagai :

1. Tempat dibangunnya Rumah Allah ( Baitullah )

2. Kota kelahiran dan kota kenabian Muhammad Saw. penutup para rasul.

3. Tempat beribadah para hambaNya serta adanya kewajiban atas mereka untuk mengunjunginya, baik dari jauh maupun dekat.

4. Tempat yang tidak boleh seorangpun masuk kedalamnya kecuali dengan kerendahan hati, khusyu, kepala terbuka dan meninggalkan segala bentuk pakaian dan perhiasan dunia.

5. Tempat yang dijadikan Allah sebagai Tanah Suci yang aman, yang tidak boleh ada pertumpahan darah.

6. Tempat yang dimaksudkan untuk menghapus dosa-dosa masa lalu.

7. Tempat yang Allah mensyariatkan kepada manusia untuk bertawaf di Ka’bah.

8. Tidak ada di muka bumi ini, suatu tempat yang Allah mewajibkan bagi orang-orang yang mampu untuk mengunjunginya.

9. Tidak ada sejengkal bumi pun yang Allah wajibkan hamba-hamba-Nya untuk menghadap dan melambaikan tangan, kecuali kepada Ka’bah, Hajar Aswad, dan Rukun Yamani,serta merupakan Kiblat manusia seluruh dunia.

10. Tidak ada di muka bumi ini suatu masjidpun , dimana orang halat didalamnya maka pahalanya akan dilipatgandakan.

11. Tempat yang dilarang oleh Allah untuk menghadap atau membelakanginya pada waktu buang hajat.

12. Tempat yang Allah akan memberikan balasan bagi siapa saja yang berniat jahat, walaupun belum melakukannya, dan barang siapa melakukan kejahatan maka balasannya akan dilipatgandakan, sebab melakukan kejahatan di Tanah Suci ialah lebih besar dosanya dibandingkan di tempat-tempat lain.

Demikianlah diantara keutamaan-keutamaan kota Mekah. Namun sesungguhnya masih terdapat beberapa keutamaan lain, seperti adanya tempat-tempat mustajab, barang siapa berdoa didalamnya, maka Allah akan mengabulkannya. Keistimewaan lainnya, karena Allah bersumpah dengannya dalam Al-Quran, dan larangan atas siapa saja untuk membawa senjata, termasuk larangan atas orang-orang kafir untuk masuk kedalamnya. Disamping itu, Mekah adalah kota yang dijaga oleh para Malaikat, sehingga Dajjal pun tidak dapat masuk kedalamnya. (Zad Al-Ma’ad,1/20, bab keutamaan dan keistimewaan Mekah; Syifa’ al-Ghram, 1/87.)

Berikut ini beberapa Hadits Nabi Saw yang menunjukkan keutamaan Mekah. :

1. Rasulullah SAW. bersabda ketika Beliau berada di Hazwarah (zaman dahulu ialah pasar Mekah, yaitu disekitar halaman rumah Umi Hani, kemudian tergusur oleh perluasan Masjidil Haram, dan pintu disana dikenal dengan Pintu Hazwarah , (bab hazwarah), Al Sirah li Ibnu Hisyam, 1/346, AkhbarMakkah li al-Fakhihi, 4/206)

“Demi Allah, sesungguhnya engkau (Mekah) ialah sebaik-baik bumi Allah, dan bagian bumi Allah yang paling dicintai-Nya, seandainya aku tidak dikeluarkan darimu, maka aku tidak akan keluar “

2. Rasulullah bersabda : “ Tidak ada bumi yang lebih baik dan lebih baik dan lebih aku sukai daripadamu ( Mekah ), seandainya kaumku tidak mengusirku darimu, maka aku tidak akan tinggal di selainmu” ibid(3926).hadits ini berkedudukan sebagai hadits Hasan Shahih Gharib.

3. Rasulullah bersabda : “ Demi Allah, aku tidak akan meninggalkanmu (mekah), karena sesungguhnya aku tahu bahwa engkau merupakan bumi Allah yang paling aku cintai, dan yang paling mulia di sisi-Nya. Seandainya kaummu tidak mengusirku, maka aku tidak akan keluar.”

Sumber : Sejarah Mekah, Dr. Muhammad Ilyas Abdul Ghani, Penerbit Al-Rasheed

Tidak ada komentar: