Deni Tri Prasetyo on Facebook
-->

Selasa, 27 Juli 2010

Sejarah dibalik Patung Pancoran



Kota jakarta banyak menyimpan sejarah yang terlupakan oleh warganya sendiri, salah satunya adalah patung pancoran. Patung yang berdiri megah diatas tugu miring yang membelah fly over dikawasan pancoran ini dibangun pada jaman pemerintahan Presiden Soekarno, yaitu pada tahun 1964-1965 . Banyak warga Jakarta yang hanya mengenal nama patung ini sebagai Patung Pancoran dikarenkana letaknya yang berada di kawasan pancoran, namun tidak mengetahui bahwa sebenarnya patung ini bernama Patung Dirgantara.

Patung Dirgantara ini dikerjakan oleh pematung keluarga Arca Yogyakarta pimpinan Edhi Sunarso (kelahiran Salatiga, 2 Juli 1932) . Ide pembuatannya dari Presiden Soekarno yang menghendaki agar dibuat sebuah patung mengenai kekuatan dan kemegahan dunia penerbangan Indonesia atau kedirgantaraan.
Patung ini, selayaknya menggambarkan manusia angkasa , yang berarti menggambarkan semangat keberanian bangsa Indonesia untuk menjelajah angkasa.
Walau masih terdapat perdebatan dari masyarakat terhadap makna setiap bentuk patung tersebut, Seperti halnya yang masih mistery ,yaitu bentuk patung yang menyerupai posisi atlet yang telah melempar cakramnya, tangan kirinya yang menukik ke belakang berposisi seperti memegang piringan, dll. Patung ini sebenarnya mempunyai filosofi yang artinya melambangkan keberanian, kesatriaan dan kedirgantaraan yang didasarkan pada kejujuran, keberanian dan semangat mengabdi


Pembuatan Patung Pancoran (Dirgantara):

1.Konon biaya pebuatan dan pemasangan patung ini juga berasal dari kantung pribadi Bung Karno, yaitu dengan menjual sebuah mobil pribadi kesayangannya. Dahulu mobil presiden bernilai sangat mahal pada zamannya ( perbandingan zaman sekarang sama halnya dengan harga mobil lamborighini Gallardo MurciƩlago LP 670-4 SuperVeloce sekitar 9,5 M ).
Bung Karno ingin segera melihat patung itu didirikan dengan megahnya di Jakarta. Hal itu merupakan kebanggaan tersendiri baginya. Karena itu biaya untuk pembuatan patung dipikul sendiri dengan cara menjual mobil pribadi dan sampai-sampai dalam pembuatannya, beliau secara langsung mengawasi selama pekerjaan tersebut sehingga merepotkan dalam pengawalannya.Sayang keinginan untuksegera melihat hasil karya itu agak terganggu dengan meletusnya G30S/PKI di Indonesia yang membawa korban para jenderal dan rakyat. Bahkan patung itu disebut-sebut sebagai alat pencungkil mata dari orang-orang PKI. Sesuatu yang disangkal Bung Karno dengan segera meresmikan patung tersebut sebagai jawabannya, dua tahun setelah awal pembangunannya (1964-1965)
.

2.Patung yang berat keseluruhannya 11 ton dan berbahan dasar perunggu tersebut ditopang dengan tugu miring setinggi 11 meter, dan tinggi kaki patung (vootstuk) 27 meter. Arsitek pelaksananya dikerjakan oleh Ir. Soetami.

Mitos Patung Pancoran

Selepas berdirinya patung dirgantara atau sekarang lebih dikenal sebagai patung pancoran, terdengar mitos yang beredar di masyarakat jakarta, bahwa :

1.Konon patung pancoran tidak hanya melambangkan keperkasaan dirgantara tetapi juga sebagai salah satu petunjuk untuk menunjuk sebuah tempat dimana bung karno meletakkan harta kekayaannya yang dipercaya dapat melunasi hutang negara. Lokasi yang diperkirakan yaitu Taman Monumen Pahlawan Proklamasi Kemerdekaan Soekarno-Hatta, Kawasan Monas dan Istana Negara, lapangan Banteng, Mesjid Istiqlal, Graha Angkasa Pura, bahkan ada yang berpendapat ditenggelamkan di sebelah utara pantai ancol. (Terserah bagaimana kita menanggapinya)

2.Beberapa orang juga percaya bahwa patung ini menghadap ke sebuah pelabuhan sunda kelapa yang merupakan jantung peradaban bangsa indonesia selama dijajah belanda, sehingga dapat menginspirasikan penerus bangsa agar terus mengenang pentingnya sejarah pelabuhan sunda kelapa.

3.Konon patung ini sengaja dihadapkan ke utara sebagai penentu arah. Disamping kemegahan patung Dirgantara itu sendiri, arah penghadapannya keutara bermakna dalam mata angin sebagai arah menuju kedepan, sehingga diharapkan bahwa Dirgantara Indonesia akan terus maju dan terdepan.

5 komentar:

farah mengatakan...

tumben bahas sejarah indonesia?? biasanya sjarah luar negri apal banget..

Deni Tri Prasetyo mengatakan...

belum,,,ntar d waktunya,,,sejarah bangsa sendiri dlu yg di bhs...malu m pak karno...he

deddy mengatakan...

keren eyy..

Anonim mengatakan...

Alhamdulillah dpt sejarahbya pancoran... Thank dah berbagi ilmunya.

Unknown mengatakan...

apa bener itu mennunjukan ke harta karun bung karno???